Kamis, 24 Juli 2014

tugas resensi novel


Resensi Novel
PERAHU KERTAS
(Tugas Bahasa Indonesia ke-4)


Image



Di susun oleh :
Nama : Siti Yunita Handayani
Npm : 16211835
Kelas : 3EA16

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Judul                             : Perahu Kertas
Penulis                  : Dewi Lestari
Penerbit                : Bentang Pusaka
Tanggal Terbit    : Agustus 2009
Tebal Halaman   : 444 halaman
Harga                  : Rp 35.000,-


PERAHU KERTAS
Sebuah novel yang berjudul “ Perahu Kertas” adalah novel yang dibuat oleh Dewi Lestari. Ia membuat novel ini dengan mengangkat tema persahabatan 4 sekawan yang easy reading dan heart catching untuk para pembaca dari berbagai lapisan usia. Dikemas dengan bahasa dan pendeskripsian keadaan yang lugas tetapi penuh syarat akan nilai-nilai serta makna kehidupan. Tidak hanya bercerita tentang remaja, tetapi bercerita tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal. Ditambah lagi  dengan penggambaran setting waktu dan tempat yang sangat detail. Tetapi tidak berlebihan seakan membuat seolah kita ikut terlibat di dalamnya.
Novel ini dimulai dengan keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan merupakan sosok yang cerdas dan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis. Tapi perjanjian dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dam kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi sesuai keinginan ayahnya.
Di sisi lain, ada kugy, cewek unik cenderung memiliki penampilan berantakan, namun ia memiliki imaginasi yang tinggi. Ia juga akan berkuliah di Universitas yang sama dengan keenan. Sejak kecil, kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan puny ataman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Namun kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang menyakinkan dan mudah diterima di lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, kugy meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan keenan di pertemukan lewat pasangan eko dan noni. Eko adalah sepupu keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di Universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib. Lambat laun, Kugy dan Keenan  yang memamg sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda, sesosok gadis yang sama berbakat dengan Keenan. Keduanya berbakat menjadi pelukis namun kedua orang tua mereka jugalah yang tidak setuju karena orang tua mereka berpendapat bahwa lukisan tidak bisa menghasilkan uang untuk hidup. Karena merasa senasib, hubungan keduanya semakin dekat.
Namun, saat Kugy melihat hal itu , ia seperti cemburu namun ia juga berusaha untuk menampiknya. Entah apa yang ada dibenak Wanda hingga ia mau melakukan apa saja demi menunjukkan rasa cintanya pada Keenan. Dan  ia pun berhasil membuat Keenan menjadi kekasihnya. Saat mendengar bahwa Wanda dan Keenan sudah menjadi sepasang kekasih, Kugy seakan ditombak peluru tepat pada dadanya. Kugy tak tahu apa yang ia rasakan. Kugy bingung dengan perasaannya sendiri. Disatu sisi, ia memiliki Ojos, kekasihnya. Namun disatu sisi ia merasa ada special feeling buat Keenan. Ojos mulai merasakan perubahan sikap pada Kugy. Ia merasa Kugy sudah tak peduli lagi padanya. Hingga akhirnya, hubungan mereka kandas.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberi judul “Jenderal Pilik Dan Pasukan Alit”. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Hubungan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Wanda berfikir, Keenan tak sepenuhnya mencintainya hingga mereka berdua menghadapi konflik besar dan akhirnya mereka kandas juga. Saat dua pasang kekasih itu tak lagi menjalin cinta. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali. Mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melikis lagi. Berbekalkan kisah-kisah “Jenderal Pilik Dan Pasukan Alit” yang diberikan Kugy padanya. Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga snagat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah dengan cepat dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sna, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu. Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain. Walaupun Keenan melakukan “long-distance” dengan Luhde dan Kugy tidak bisa selalu bertemu tiap hari dengan Remi, hubungan mereka baik-baik saja. Mereka merasa telah menemukan cinta masing-masing. Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Luhde merasa hati Keenan tak sepenuhnya untuk dirinya dan Remi pun juga merasa seperti itu. Dan pada akhirnya lukisan dan dongeng itu bersatu serta hati dan impian mereka bertemu.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahakan empat sekawan ini bertemu lagi. Semua dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Biografi pengarang :
          Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 januari 1976. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada tahun 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre popular.
Tokoh :
·        Kugy_orang yang bertubuh kecil, mungil, dan berpenampilan berantakan santai ala kadarnya. Dari benaknya mengalir banyak untaian dongeng yang indah.
·        Keenan_seorang pemuda tampan, cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangan tercipta lukisan-lukisan magis.
·        Noni_teman kugy dari kecil. Bawel, tapi ia sangat sayang pada kugy.
·        Eko_pacar noni. Teman sekolah kugy saat masih duduk dibangku SMP.
·        Ojos_ pacar kugy yang pertama.
·        Wanda_seorang kurator muda, pintar, dan berbakat seperti keenan.
·        Remi_pengusaha biro iklan sekaligus atasan di tempat kugy bekerja, dan kekasih kugy sebelum bertemu keenan kembali.
·        Luhde_keponakan pak wayan dan kekasih keenan saat di Ubud, Bali.
·        Pak wayan_teman ibunya keenan dan memiliki bakat melukis sama dengan keenan.
Tema : persahabatan, impian, dan percintaan
Alur : Dilihat dari cerita novel ini, terjadi alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian masa depan.
Sudut Pandang : Dalam novel, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal.
Gaya Bahasa : Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah gaya bahasa yang mengikuti perkembangan zaman sekarang (modern) dan sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang sehingga novel dapat dengan mudah dimengerti.
Tempat : Jakarta, Bandung, Bali
Kelebihan : Penulis dalam novel ini menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para pembacanya dari berbagai kalangan. Selain itu, novel ini mengandung nilai-nilai yang sangat penting untuk dijadikan pelajaran , seperti persahabatan, percintaan, perjuangan, semangat, dan impian.
Kekurangan : Pembaca cenderung dapat menebak akhir dari cerita novel ini.
Kesimpulan dan Penutup :
          Kisah yang diceritakan dalam novel ini penuh dengan konflik batin, sulit untuk melepaskan perasaan yang sudah tertanam begitu dalam hati seseorang. Rumit, dan banyak kejadian yang seharusnya mudah untuk diselesaikan namun karena ego masing-masing pihak.
          Novel ini juga mengajarkan bahwa kita harus yakin dengan apa yang kita lakukan. Hobi adalah pekerjaan paling menyenangkan. Menjadi diri sendiri, bebas, dan berkarya apapun hasilnya, namun kepuasan batin dan menyenangkan orang banyak dengan hasil karya pribadi yang mencerminkan diri sendiri adalah makna kehidupan dan hasil yang berharga dan tak ternilai dengan materi. Novel ini juga mengajarkan arti persahabatan. Bahwa sesungguhnya sahabat walapun dalam masa sulit sekalipun, tak akan bisa melihat sahabatnya terluka.
          Penulis “Dee” mampu menceritakan detail setiap tokoh dalam novel ini, sehingga dapat membuat pembaca terjun dalam kehidupan masing-masing tokoh. Menbawa pembaca untuk bisa menikmati setiap jalan cerita, dan membawa pembaca untuk membaca setiap halamannya, setiap lembarnya dengan begitu antusias. Dia juga mampu mentransformasikan pendewasaan yang sudah sewajarnya timbul dari seorang remaja menjadi pribadi yang lebih dewasa dan menghargai arti kehidupan, persahabatan, cinta, dan impian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar